Review – Ted

Ted Poster

Entah kenapa gw adalah salah satu penyuka film dengan Genre komedi dan rating R. Bisa dibilang kombinasi yang bagus, film yang entah datang darimana langsung melejit menjadi box office, Seth MacFarlane yang bertindak sebagai sutradara, produser, penulis naskah, sekaligus pengisi suara Ted, apa sih kelebihan film yang hebohnya sampai bisa menembus angka 200 Juta USD

John kecil selalu berharap bahwa boneka beruang yang ia miliki dapat hidup suatu hari nanti. Keinginannya tersebut di suatu malam dan boneka yang dinamainya Ted tersebut menjadi teman baiknya. Tahun demi tahun berlalu dan John (Wahlberg) kini telah dewasa dan menjadi pekerja kantoran, tetapi masih ada satu hal yang sama: Ted (MacFarlane) masih hidup dan tinggal satu atap dengannya. Namun, Ted kini sudah bukan lagi boneka beruang lucu nan menggemaskan karena tingkah lakunya sekarang berubah, di mana ia gemar mengisap ganja hingga berpesta dengan gadis-gadis cantik. Konflik mulai mengemuka kala John menjalin hubungan dengan Lori (Kunis) yang tidak suka dengan kehadiran Ted. Kini, John dihadapkan pada dua pilihan: Ted atau Lori yang harus pergi dari hidupnya?

Bisa dibilang konflik utama yang ditampilkan atara 2 orang teman atau sahabat sudah biasa, banyak banget film yang mengambil konflik seperti itu. BTW jangan pernah mengajak anak dibawah umur untuk menonton film ini. meskipun dengan judul ted dan bergambar boneka beruang, film ini untuk dewasa. Humor yang di sajikan sangat terpengaruh era 1970 – 1980an, tapi tetap ada humor masa kini
Bintang utama dalam film ini sudah barang tentu si boneka beruang Ted yang diperankan oleh Seth MacFarlane dengan motion capture. kombinasi antara Mark Wahlberg, Seth MacFarlane sangat bagus ditambah dengan si manis mila kunis melengkapi trio di film ini.  Di luar ketiga aktor utama ini masih banyak sekali aktor-aktor lainnya yang muncul dalam bentuk cameo. Enaknya lagi para cameo ini tampil dalam porsi yang pas sesuai peranan mereka.

menurut gw ini film yang apik dalam penyajiannya, Ted divissualisasikan dengan sangat baik dan bahakan terlihat sangat nyata, film yang sangat menghibur
Poin film ini : 8,5

Review – The Ramen Girl

Sekarang lagi tren yang namanya ramen. Dimana – mana yang namanya ramen bertebaran dan sangat mudah ditemukan. Saya yang tinggal di Bandung bisa dibilang sangat tertarik dengan yang namanya ramen, apalagi dimakan saat musim hujan saat ini. Tapi apa boleh saya lebih sering makan mi instan 🙂
Ketika memikirkan ramen saya teringat akan salah satu film yang ada di pc saya. The Ramen Girl, film yang sudah lama diem di pc saya dan belum sempat saya tonton ini ditonton saya saat makan mi instan dalam keadaan hujan.

Abby (Brittany Murphy) adalah gadis amrik yang pergi ke Tokyo Jepang untuk menyusul pacarnya, Ethan. Bukannya seneng disamperin Ethan malah ada kerjaan lain di Osaka, dan tidak tahu kapan bisa balik, dan meminta hubungannya ini diakhiri saja. Ketika dia sedih di malam2 yang hujan dia pun mampir di sebuah toko ramen yang sudah tutup, tapi karena kasihan penjualnya pun melayaninya.
Setelah makan ramen entah mengapa hatinya tenang, dan Abby mulai tertarik dengan ramen ini. Dia ingin belajar membuat ramen, namun pemilik toko ramen, sepasang suami istri yang tidak bisa berbicara inggris menolaknya. Tapi Abby tidak mau menyerah, dan akhirnya diterimalah dia menjadi murid si penjual ramen. Diajarinya filosofi ramen dan lain2. Sampai akhirnya Abby bisa memasak ramen sendiri.
Film yang menurut saya masuk dalam kategori antara bagus tapi tidak jelek juga, poin terkuat dalam film ini adalah bagaimana chemistry yang gak nyambung antara abby dan sang guru.

Banyak sekali lubang yang terlihat janggal, abby pergi ke jepang dan akan tinggal disana tapi gak belajar bahasa jepang. abby dapat menguasai teknik membuat ramen yang katanya itu susah banget, padahal ngomong ama gurunya aja jarang nyambung.
yah tapi meskipun begitu film ini cukup menghibur, alamrhum brittany murphy memainkan abby dengan baik meskipun kadang lebay. oh iya menurut saya kelebihan flm ini yang lain adalah kultur budaya jepang yang keren divisualisasikan

film ini cocok banget menemani saat kalian makan loh, tapi kalo lapar nonton film ini juga boleh kok 😀
film ini kata gw poinnya : 7.2
Director: Robert Allan Ackerman
Writer: Becca Topol (screenplay)
Stars: Brittany Murphy, Toshiyuki Nishida and Tammy Blanchard

The Truman Show

936full-the-truman-show-poster

Reality show adalah salah satu tontonan yang menampilkan kehidupan secara nyata dan ditayangkan di televisi. Pernah menonton big brother indonesia yang pernah ditayangkan di salah satu tv lokal? atau acara yang menampilkan keseharian selebriti seperti the osbournes? ya seperti itulah premis cerita film ini. tapi berbeda dengan reality show yang lainny bintang acara ini lahir dan menjadi dewasa.

Truman Burbank (Jim Carrey) tidak menyadari bahwa kehidupannya yang selama ini dia rasakan normal-normal saja sebenarnya hanyalah rekayasa. Hidupnya tidak lain adalah sebuah acara reaity show yang ditayangkan ke seluruh dunia dengan judul “The Truman Show”. Sejak Truman masih dalam kandungan dia sudah menjadi bintang reality show ciptaan Christof (Ed Harris). Selama 24 jam kehidupannya disiarkan melalui televisi. Semua orang yang berada disekitarnya baik yang ia kenal baik seperti istri atau sahabatnya sampai orang-orang lewat yang dia tidak kenal sebenarnya hanyalah aktor belaka. Kota tempat dia tinggal, Seaheaven sendiri bukanlah kota sungguhan.

Kota itu hanyalah sebuah studio raksasa yang mana semua yang terjadi mulai dari terbit dan tenggelamnya matahari, hujan, petir, dan semuanya diatur melalui pusat kontrol yang dipimpin oleh Christof. Semuanya baik-baik saja. “The Truman Show” menjadi acara televisi dengan rating tertinggi dan mempunyai banyak penggemar diseluruh penjuru dunia. Hingga suatu hari menjelang ulang tahun yang ke-30, Truman mulai mengalami beberapa peristiwa aneh. Truman mulai merasa curiga bahwa kehidupannya selama ini diatur oleh orang lain. Truman mulai mencoba memecahkan misteri kehidupannya sekaligus mencoba keluar dari kota itu untuk menuju Fiji,menyususl gadis pujaan hatinya yang telah terpisah lama. Sang gadis juga tidak lain adalah mantan aktris reality show tersebut yang sungguh-sungguh jatuh cinta pada Truman dan berusaha memberitahukan semua kenyataan yang ada.

Film ini bisa dianggap sebuah film bodoh atau jenius, bisa disebut bodoh karena cerita yang aneh dan tidak wajar, atau bisa dikatan jenius karena tidak memperdulikan ketidklogisannya.Cukup nikmati perjalanan Truman mengungkap jati dirinya yang sesungguhnya. Kita akan diajak untuk bersimpatik pada Truman sekaligus membenci Christof dan pihak pelaksana reality show ini. Bagaimana mungkin ada orang yang tega memberikan sebuah kehidupan palsu bagi seorang manusia sejak dia kecil dan menghabiskan seluruh hidupnya dalam kepalsuan?

“The Truman Show” tak ubahnya sindiran bagi acara-acara reality show yang mencoba menyuguhkan sebuah hal yang nyata namun pada dasarnya juga adalah kepalsuan. Pihak penonton juga tidak lupa disindir. Sosok para pemirsa dari “The Truman Show” terus menikmati kehidupan Truman yang sebenarnya mereka sudah tahu itu semua hanyalah bentuk kepalsuan, tapi apapun itu mereka menyukainya karena mereka merasa melihat sebuah kehidupan nyata yang menarik karena memang sudah didramatisir. Sekali lagi apa yang disebut “Rating” memang mampu membuat pihak televisi melakukan segalanya.

Kekuatan utama film ini tentu saja ada pada sosok jim carrey, meskipun lebih dikenal dengan film komedi. Walaupun tetap diberi porsi komedi di film ini unsur drama lebih kental. Tapi sekali lagi film ini membuktikan kualitas seorang jim carrey.

Dan menurut saya Film yang mampu membuat kita simpatik akan tokoh utamanya dan mampu menggelitik kita baik melalui komedi yang terselip maupun dengan selentingan dan ledekan terhadap dunia per-televisian.

Score: 80

Movie Details
Director: Peter Weir
Cast: Jim Carrey, Ed Harris and Laura Linney
Running Time: 103 Minute

The Big Year

The-Big-Year_Poster_2

Setiap orang pasti punya hobi. Hobi membaca buku, mendengarkan music, nonton film Tentu saja sebuah hobi biasanya menghabiskan banyak waktu dan uang.Ada pula hobi mengumpulkan Gadget – gadget terbaru Atau memodifikasi mobil seperti yang ada di pimp my ride. Toh semua itu seperti tidak ada apa-apanya dibandingan para pelaku The Big Year.

Apa itu tahun besar(The Big Year) ? ini adalah sebuah kompetisi informal yang dilakukan oleh para birder(pengamat burung). Peraturannya sangat simpel: selama setahun kamu hanya perlu melihat sebanyak mungkin spesies burung-burung di Amerika. Peraturan yang sederhana – bagaimanapun juga – bisa menghabiskan waktu dan uang yang sangat-sangat banyak. Setiap burung memiliki lokasi unik di mana mereka bakalan tinggal dan pindah di waktu-waktu tertentu. Belum lagi karena makin banyak penebangan dan hilangnya hutan keberadaan para burung terkadang menjadi tidak menentu. Jadi bukan hal mustahil para birder terbang lintas  negara bagian dan menemukan burung yang diincar. Di sisi lain kebahagiaan dan kepuasan melihat burung yang mereka kejar-kejar – walau sekedar beberapa saat saja – adalah kenikmatan tersendiri yang tak bisa diekspresikan dengan kata-kata.

Kegiatan the big year diikuti oleh banyak birder tetapi berfokus pada 3 orang: Stu, seorang CEO dari perusahaan besar yang memutuskan untuk mengundurkan diri demi bisa mengikuti kompetisi ini, Brad, yang adalah seorang pekerja berusia 36 tahun dan gagal dalam segala aspek kehidupannya, dan terakhir adalah Bostick, pemegang rekor The Big Year yang kembali ikut karena takut bahwa rekornya akan terlampaui kali ini. mengahabiskan ratusan (bahkan sampai ribuan) dollar dan meghabiskan waktu ke berbagai wilayah dalam setahun  tentu saja bukan sesuatu yang bisa diterima oleh akal sehat keluarga maupun orang sekitar. Film ini mengkronologikan perjalanan mereka selama setahun bersama masalah-masalah yang timbul dalamnya… siapa pemenang dari The Big Year kali ini?

Walaupun ada tiga komedian nama besar: Steve Martin, Jack Black, dan Owen Wilson terlibat dalamnya, The Big Year gagal sukses di box office dan flop dalam hal pendapatan. Saya rasa ini dikarekanan para birder belum terlalu banyak atau masih melakukan the big year hingga tidak sempat menonton film ini. entah kenapa saya suka sekali tokoh yang diperankan jack black disini. aktingna tidak berlebihan seperti film – film sebelumnya hal sama pun saya sematkan kepada steve martin. Bisa dibilang film ini adalah film pertama di mana saya bisa bersimpati dengan karakter yang diperankan oleh Jack Black dan Steve Martin. Mengerti bagaimana mereka bergumul dengan diri mereka sendiri selain bersusah payah melihat burung. Pada akhirnya perjuangan mereka melihat burung juga adalah intropeksi diri mereka akan kehidupan selama ini. Siapa sangka setahun rehat dari rutinitas bisa membuat seseorang fresh dengan pola pandang yang baru?

Kekurangan film in mungkin dari eksekusi david Frankel yang kurang bisa mengangkat momen – momen dramatis di film ini. seperti saat ketiganya berhasil menemukan burung yang diincar dan impactnya kepada penonton hanya seperti “ ooooo burung baru lagi”. Banyak momen di film ini  yang kegemilannya tidak tersampaikan dengan baik.

Dan menurut saya film ini adalah film yang didiukung oleh 3 komedian ternama dalam the big year tidak terlalu banyak momen canda(malah hampir tidak ada) )tetapi bagi kalian yang mencari film drama yang ringan dengan sedikit nada-nada humor di dalamnya bisa mencoba menontonnya. Yang jelas kalau kalian penggemar berbagai jenis burung, film ini tak boleh dilewatkan! Mana ada lagi film yang bakalan mengangkat soal mencari unggas sepanjang setahun coba?

Score: 80

Movie Details
Director: David Frankel 
Cast:Jack Black, Owen Wilson, Steve Martin
Running Time: 100 Minute

Hot Fuzz

hot fuzz poster

Kombinasi Simon Pegg dan Nick Frost menghasilkan pal pada tahun 2011. tapi kombinasi maut sebenarnya adalah sutradara Edwar Wright, Simon pegg dan Nick Frost yang pernah menhasilkan 2 big hits yaitu Shaun Of The Dead dan Hot Fuzz. Karya terakhir edward adalah scott pilgrim vs the worl yang baggus tapi kurang berhasil pada pasar. Pegg dan Frost membutuhkan arahan dari seorang david wright untuk membuat film yang berkualitas.

Nicholas Angel (Simon Pegg) yang merupakan seorang polisi London yang sangat taat hukum, disiplin dan mempunyai catatan kerja yang amat memuaskan. Tapi karena prestasinya yang luar biasa itulah Angel malah harus dipindah tugaskan ke sebuah desa yang tenang bernama Sandford. Angel yang naik pangkat menjadi Sersan dipindah tugaskan karena akibat performanya itu rekan-rekannya yang lain terlihat buruk kinerjanya dan dianggap mempengaruhi stabilitas dalam tim. Di Sandford dia bertemu dengan Danny Butterman (Nick Frost) yang menajdi partner Angel. Sangat berlawanan dengan Angel, Danny yang juga anak dari kepala polisi di sana adalah sosok yang polos dan sangat terobsesi dengan film polisi macam Bad Boys II dan Point Break. Pada awalnya Angel terus menerus diejek oleh rekan-rekannya karena terlalu serius bekerja padahal Sandford adalah kota kecil yang sangat tenang dengan tingkat kriminalitas sangat rendah. Tapi kemudian beberapa orang penduduk ditemukan mati satu persatu. Apa benar itu hanya kecelakaan ataukah pembunuhan seperti yang diutarakan oleh Angel?

Sekali lagi komedi cerdas dari trio Pegg, Frost dan Wright. Naskah yang sangat lucu tapi juga cerdas adalah kekuatan utama film ini sama seperti Shaun of the Dead. Jika SOTD memasukkan unsur film-film zombie yang kemudian diparodikan, maka Hot Fuzz mengambil unsur buddy-cop seperti dua orang polisi yang berlawanan tipe dimana dalam film ini Angel adalah polisi “sungguhan” yang jago dan disiplin sedangkan Danny adalah polisi konyol dan amat polos. Sebenarnya banyak unsur dalam Hot Fuzz yang sudah muncul di SOTD seperti hubungan bromance antara tokoh Pegg dan Frost, sampai munculnya tokoh menyebalkan yang jika dalam SOTD ada David, dalam film ini ada duo detektif bernama Andy yang sama-sama menyebalkan. Tapi itulah hebatnya naskah yang ditulis Simon Pegg dan Edgar Wright ini, meskipun banyak pengulangan, tapi mereka berhasil memanfaatkan unsur-usnur film polisi sehingga membedakan film ini dengan SOTD

Dan menurut saya Hot Fuzz merupakan salah satu film komedi terbaik yang pernah ada. film yang banyak mengandung unsur komedi misteri ini berhasil membuat saya tertawa, bingung dan sakit perut. Dengan ending yang twist saya rasa ini adalah film yang wajib ditonton untuk penikmat film komedi

 

Score: 90

Movie Details
Director: Edward Wright 
Cast: Simon Pegg, Nick Frost, Martin Freeman 
Running Time: 121 Minute

Paul

paul poster

Film Paul ini merupakan kolaborasi dua sahabat Simon Pegg dan Nick Frost yang sukses membawakan kepada kita cult hit film seperti Shaun of the Dead dan Hot Fuzz. Paul bisa dibilang merupakan karya mereka yang paling ‘Amerika’. Apakah ini berarti humor-humor mereka jadi seperti ikan di luar air – alias dipaksakan di luar habitat aslinya? Atau berhasilkah mereka menciptakan sebuah humor universal yang bisa dinikmati siapa saja?

Graeme Willy dan Clive Gollings adalah dua sohib sejati yang berpetualang dari Inggris jauh-jauh datang ke Amerika demi dua tujuan. Pertama adalah menghadiri Comic Con, festival geek nerd terbesar dunia (asal tahu saja, menghadiri Comic Con adalah mimpi terbesar saya!). Kedua tentunya mendatangi semua tempat-tempat sakral alien (semacam Area 51 dan lainnya). Graeme dan Clive sama sekali tidak menyangka kalau di tengah perjalanan mereka malahan berjumpa dengan sesosok alien misterius bernama Paul.

Semula keduanya skeptis dengan Paul, takut bila Paul diam-diam akan menculik atau me… pantat mereka dalam tidur (maaf disensor karena terlalu vulgar), tapi lama-lama menghangat akan keberadaan Paul di tengah mereka. Justru tujuan perjalanan mereka berubah menjadi mengantar si alien sohib baru mereka itu pulang ke dunianya. Tentunya perjalanan mereka tidak mudah sebab diburu oleh agen-agen pemerintah yang ingin mengambil balik Paul sampai penganut fanatik agama tertentu yang menganggap Tuhan hanya menciptakan manusia saja. Berhasilkah perjalanan trio ini?

Duet simon dan nick memang yang terbaik ditambah sesosok alien yang cool menambah nilai plus bagi film ini. Bisa dibilang 3 karakter utama disini simon, nick dan paul adalah sosok yang menghidupkan film ini, Duet ini padu sekali mengocok perut penonton dengan banyolan antar mereka berdua. Tambahan Paul malah makin menghidupkan chemistry trio ini!

Saking hebatnya chemistry ketiganya film sebenarnya sedikit (sekali) menurun ketika ada member keempat bergabung dalam perjalanan mereka. Siapa dia? Tidak lain tidak bukan bintang SNL yang namanya melonjak sejak Bridesmaids menjadi hit: Kristen Wiig. Sebagai love interest Simon Pegg dan mantan fanatik agama yang berubah jadi pelontar kata-kata kotor, Wiig cukup berhasil tampil di antara ketiganya. Seakan empat komedian ini tidak cukup.

Dan pada akhirnya ini adalah salah satu film terbaik yang gue tonton . meskipun banyak kata – kata kasar dan vulgar dan beberapa humor yang menyentil agama. film ini tidak cocok bagi anak dibawah umur dan para penganut agama garis keras. Tapi buat gue ini adalah sebuah sajian komedi yang luar biasa

Score: 85

Movie Details
Director: Greg Mottola
Cast: Simon Pegg, Nick Frost, Seth Rogen, Kristen Wiig
Running Time: 104 Minutes